PERJUANGAN
TAK KENAL LELAH SEORANG PEMULUNG SAMPAH DEMI MEMPERTAHANKAN HIDUPNYA
Demi untuk memenuhi
kehidupannya , seorang Laki-laki Paruh Baya Sukiman (72) di Lengkong Bandung
Tengan, beliau melakoni pekerjaan sehari-hari yakni sebagai pemulung sampah
sekaligus sebagai petugas kebersihan di salah satu universitas di Bandung.
Bapak Sukiman ini berasal dari Solo awalnya beliau kebandung untuk mencari
pekerjaan, namun setelah beberapa tahun lamanya pak Sukiman pun hanya bekerja
sebagai pemulung sampah dan petugas kebersihan di salah satu Universitas
Bandung.
Beliau merantau dari
Solo ke Bandung dari Umur 24 tahun awalnya dia memang bekerja menjadi office
boy di salah satu perusahaan di Bandung. Namun seiring berjalannya Usia yang
semakin lanta Pak Sukiman pun berhenti dari pekerjaan tersebut. Untuk mampu
mempertahankan hidupnya ia beralih menjadi pemulung sampah dan suka membantu
membersihkan sampah di salah satu kampus di Bandung. Setelah lama sering
membantu dan membersihakan kampus tersebut. Pak Sukiman pun menetap menjadi
tuakng bersih sampah, dan oleh pihak kampus pun pak Sukiman ini diberi tempat
tinggal yang sangat kecil di belakang kampus.
Beliau sangat
mensyukuri atas nikmat Sang Maha Pencipta yang diberikan kepada nya, karena
beliau hanya hidup sendiri dan berusaha bertahan hidup dengan jerih payah yang
di lakukan beliau setiap hari.
Selama hidupnya beliau
belum pernah menikah, dia tidak mempunyai istri dan anak, bahkan Keluarga yang
di Solo pun sebagian memang sudah tiada. Dan beliau sekarang di Bandung hanya
hidup sebatang kara, setaun sekali ia pun menyempatkan pulang ke Solo untuk
menengok sanak saudara yang masih menetap disana. Beliau tak pernah bersedih
walaupun semasa hidupnya ia tak pernah mempunyai pendamping hidup. Pak Sukiman
mempunyai tujuan hidup tersendiri “ saya hidup di dunia untuk ibadah , walupun
saya tidak mempunyai istri dan anak bahkan keluarga yang satu persatu sudah
tiada, tapi saya tetap selalu beriman kepadaNya dan selalu berusah untuk bisa
mempertahankan hidup dan membawa bekal untuk saya di akhirat nanti’’ Ujar Pak
Sukiman
Dengan adanya Pak
Sukiman ini lingkungan kampus terlihat bersih, atas jasa beliau yang sering
membersihkan sampah membuat para mahasiswa terketuk hatinya untuk bisa meolong
beliau, sering kali mahasiswa memberikan makanan ataupun uang untuk Pak
Sukiman. Dan Pak Sukiman sendiri selalu bersikap ramah kepada seluruh mahasiswa
di kampus tersebut, beliau pun sering kali menghormati para mahasiswa staf dan
petugas lainnya. Beliau pun saat bertemu dengan Mahasiswa, Dosen, petugas
lainnya sering kali ia menganggukan kepala tanda menghormati setiap orang yang
ada dikampus tersebut “ Ujar Angga selaku mahasiswa di kampus tersebut.

Ini Tulisan tentng feature yah?
BalasHapus